Ka’bah, bangunan berbentuk kubus yang berdiri kokoh di pusat Masjidil Haram, Makkah, adalah titik fokus bagi jutaan umat Muslim di seluruh dunia. Namun, pernahkah terlintas di pikiranmu, siapa sebenarnya arsitek Ka’bah pertama ?
Banyak yang mengira Nabi Ibrahim AS adalah pembangun pertamanya. Ternyata, sejarah mencatat perjalanan yang lebih panjang dari itu. Mari kita bedah sejarahnya secara lengkap.
1. Malaikat: Pembangun Fondasi Awal
Menurut beberapa riwayat dan pendapat ulama (salah satunya dalam tafsir Al-Qur’an), Ka’bah pertama kali diletakkan fondasinya oleh para Malaikat.
Konon, sebelum Nabi Adam AS turun ke bumi, Allah SWT memerintahkan para malaikat untuk membangun rumah di bumi yang sejajar dengan Baitul Ma’mur di langit. Tujuannya agar penghuni bumi memiliki tempat untuk bertawaf dan menyembah Allah sebagaimana para malaikat bertawaf di langit.
2. Nabi Adam AS: Pembangun dari Kalangan Manusia
Pendapat yang paling kuat mengenai siapa manusia pertama yang membangun Ka’bah adalah Nabi Adam AS. Setelah diturunkan ke bumi, Nabi Adam memohon kepada Allah agar diberikan tempat untuk beribadah.
Allah kemudian menunjukkan lokasi yang sebelumnya telah ditandai oleh para malaikat. Nabi Adam membangunnya menggunakan batu dari lima gunung suci (termasuk Sinai dan Al-Judi). Bangunan inilah yang menjadi tempat ibadah pertama di muka bumi, sebagaimana firman Allah dalam QS. Ali ‘Imran: 96:
“Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadah) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Makkah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia.”
3. Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS: Sang Pemugar Agung
Inilah fase yang paling dikenal luas. Setelah banjir besar di zaman Nabi Nuh AS, bangunan Ka’bah sempat hilang dan hanya tersisa gundukan tanah. Allah kemudian memerintahkan Nabi Ibrahim AS untuk membangun kembali (memugar) Ka’bah di atas fondasi yang lama.
Nabi Ibrahim berperan sebagai “arsitek” dan pembangun utama, sementara putranya, Nabi Ismail AS, bertugas membantu mengangkut batu. Di fase inilah terdapat dua peninggalan bersejarah:
- Maqam Ibrahim: Batu pijakan Nabi Ibrahim saat menyusun batu ke tempat yang tinggi.
- Hajar Aswad: Batu dari surga yang diletakkan di sudut Ka’bah sebagai titik awal tawaf.
4. Renovasi Ka’bah Sepanjang Sejarah
Setelah masa Nabi Ibrahim, Ka’bah mengalami beberapa kali renovasi penting karena faktor alam maupun kebutuhan struktur:
- Kaum Quraisy: Renovasi saat Nabi Muhammad SAW berusia 35 tahun. Di sinilah Nabi Muhammad menengahi perselisihan peletakan Hajar Aswad.
- Abdullah bin Zubair: Orang pertama yang merenovasi Ka’bah dengan struktur batu yang lebih kokoh dan memasukkan Hijir Ismail ke dalam bangunan Ka’bah (sesuai cita-cita Nabi).
- Hajjaj bin Yusuf: Mengembalikan bentuk Ka’bah ke struktur masa Quraisy (seperti yang kita lihat sekarang).
Mengapa Ka’bah Disebut “Baitullah”?
Disebut Baitullah (Rumah Allah) bukan berarti Allah tinggal di dalamnya. Ini adalah bentuk penghormatan (tasyrif) untuk menunjukkan bahwa bangunan tersebut adalah tempat paling suci dan khusus digunakan untuk menyembah-Nya.
Kesimpulan
Jadi, jawaban atas pertanyaan siapa arsitek Ka’bah pertama melibatkan beberapa fase: Malaikat sebagai peletak fondasi awal, Nabi Adam AS sebagai pembangun pertama dari kalangan manusia, dan Nabi Ibrahim AS sebagai tokoh yang membangun kembali bentuk Ka’bah yang kita kenal hingga saat ini.



