Menjalankan ibadah Umrah adalah impian setiap Muslim. Namun, di tengah kekhusyukan beribadah di Tanah Suci, ada Modus Penipuan Saat Umrah, para jemaah sering kali menjadi target empuk bagi oknum-oknum yang memanfaatkan kelengahan manusia.
Agar ibadah tetap tenang dan aman, berikut adalah 6 modus penipuan dan kejahatan yang sering terjadi di Makkah dan Madinah, beserta cara menghindarinya.
1. Modus “Gunting” Pakaian (Copet di Tengah Tawaf)
Ini adalah modus yang paling klasik namun tetap sering memakan korban. Pelaku biasanya beraksi di area yang sangat padat, seperti saat jemaah sedang berdesakan mendekati Hajar Aswad atau saat Tawaf.
- Cara Kerja: Pelaku menggunakan silet atau gunting kecil untuk menyayat tas pinggang atau kantong baju jemaah tanpa terasa.
- Tips Aman: Jangan menaruh uang tunai dalam jumlah besar di tas pinggang. Gunakan tas kecil yang diletakkan di dalam kain ihram atau di balik jaket/atasan.
2. Modus Penawar Jasa Cium Hajar Aswad (Muthawif Ilegal)
Banyak orang menawarkan bantuan untuk membelah kerumunan agar Anda bisa mencium Hajar Aswad atau salat di Hijr Ismail dengan mudah.
- Cara Kerja: Mereka terlihat sangat membantu di awal. Namun, setelah Anda berhasil mencium Hajar Aswad, mereka akan meminta imbalan uang (sering kali dalam jumlah jutaan rupiah) secara paksa dan kasar.
- Tips Aman: Abaikan siapa pun yang menawarkan jasa ini. Ibadah adalah tentang kesabaran; jika memang belum bisa mendekat, jangan memaksakan diri melalui calo.
3. Modus “Orang Kelaparan” atau Kehilangan Uang
Anda mungkin akan dihampiri oleh seseorang yang terlihat sangat rapi, terkadang membawa keluarga, dan mengaku berasal dari negara tertentu (sering kali mengaku dari Indonesia atau Malaysia agar Anda merasa satu rumpun).
- Cara Kerja: Mereka bercerita bahwa mereka baru saja dirampok atau kehilangan dompet sehingga tidak bisa makan atau pulang. Mereka meminta bantuan uang dengan nominal yang cukup besar.
- Tips Aman: Jika ingin bersedekah, salurkanlah ke lembaga resmi atau berikan makanan langsung. Jangan mudah percaya pada cerita sedih yang meminta uang tunai dalam jumlah banyak.
4. Modus Tukang Cukur (Tahallul) Liar
Setelah menyelesaikan Sa’i, jemaah pria diwajibkan untuk memotong rambut (Tahallul). Di sekitar Bukit Marwah, sering terdapat orang-orang yang menawarkan jasa cukur dengan gunting manual.
- Cara Kerja: Mereka mungkin bilang “sedekah” atau menyebut harga murah di awal. Namun setelah selesai, mereka akan memeras Anda dengan harga berkali-kali lipat dari harga barber shop resmi. Selain itu, kebersihan guntingnya tidak terjamin.
- Tips Aman: Pergilah ke tempat cukur resmi yang memiliki izin pemerintah (Barber Shop) yang tersebar di luar area masjid.
5. Modus Taksi “Sok Akrab”
Modus penipuan saat umrah berikutnya yaitu Beberapa oknum sopir taksi di Makkah atau Madinah terkadang memanfaatkan jemaah yang terlihat bingung atau baru pertama kali datang.
- Cara Kerja: Sopir tidak menyalakan argo atau tidak menyepakati harga di awal. Saat sampai tujuan, mereka akan menagih tarif yang tidak masuk akal. Ada juga kasus di mana mereka menjatuhkan jemaah di tempat sepi untuk meminta uang tambahan.
- Tips Aman: Gunakan aplikasi transportasi online (seperti Careem atau Uber) agar tarif transparan, atau selalu sepakati harga sebelum masuk ke dalam taksi.
6. Modus Penipuan Paket Umrah Murah (Haji Furoda Palsu)
Ini terjadi bahkan sebelum jemaah berangkat, namun dampaknya baru terasa saat sudah berada di Arab Saudi.
- Cara Kerja: Jemaah dijanjikan fasilitas hotel bintang 5 atau visa resmi, namun setibanya di sana, mereka ditelantarkan di hotel pinggiran atau bahkan tidak memiliki izin tinggal (tasrih) yang sah untuk masuk ke Masyair.
- Tips Aman: Pastikan travel yang Anda gunakan memiliki izin PPIU (Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah) yang terdaftar resmi di Kemenag RI.
Tabel Ringkasan Tips Keamanan
| Jenis Bahaya | Lokasi Rawan | Solusi Utama |
| Pencopetan | Area Tawaf/Pasar | Simpan uang di kantong rahasia/dalam pakaian. |
| Calo Hajar Aswad | Mataf (Area Ka’bah) | Tolak dengan tegas, fokus pada ibadah mandiri. |
| Pemerasan Cukur | Bukit Marwah | Selalu gunakan jasa tukang cukur resmi di ruko. |
| Taksi Nakal | Luar Hotel/Bandara | Gunakan aplikasi transportasi online. |
| Penipuan Cerita | Pelataran Masjid | Jangan beri uang tunai pada perorangan. |
Catatan Penting: Jika Anda mengalami masalah atau merasa terancam, segera dekati aparat keamanan (Asykar) yang berseragam resmi. Mereka ada di setiap sudut Masjidil Haram dan Masjid Nabawi untuk melindungi para tamu Allah.
Ibadah yang khusyuk dimulai dari rasa aman dan perencanaan yang matang. Mengetahui berbagai modus penipuan saat umrah di atas bukan untuk menakuti, melainkan agar kita semua bisa lebih waspada dan fokus sepenuhnya pada setiap rukun ibadah tanpa rasa cemas.
Untuk memastikan perjalanan ibadah Anda berjalan lancar, terorganisir, dan sesuai dengan standar pelayanan yang aman, Pakem Tours hadir sebagai mitra terpercaya Anda. Dengan jaringan kantor yang luas di wilayah Sulawesi Selatan dan Gorontalo—seperti di Makassar, Maros, Bone, hingga Polewali Mandar—kami siap memberikan pendampingan yang profesional sejak keberangkatan hingga kepulangan.
Mengapa Memilih Pakem Tours?
- Legalitas Terjamin: Terdaftar resmi sebagai Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU).
- Pembimbing Berpengalaman: Membantu Anda menjalankan ibadah sesuai sunnah dan menjaga Anda dari risiko modus penipuan di Tanah Suci.
- Transparansi Biaya: SOP pendaftaran dan pelunasan yang jelas, tanpa ada biaya tersembunyi.
- Layanan Lokal, Kualitas Internasional: Kemudahan akses pendaftaran bagi jemaah di berbagai cabang area Sulawesi.
Jangan tunda niat suci Anda. Segera konsultasikan rencana perjalanan Umrah Anda dan pilih paket yang sesuai dengan kebutuhan Anda hanya di Pakem Tours.
Wujudkan Umrah yang Aman, Nyaman, dan Mabrur. Kunjungi kantor cabang Pakem Tours terdekat di kota Anda atau hubungi layanan konsumen kami sekarang juga!



