Shalat fardhu merupakan tiang agama sekaligus amalan pertama yang akan dihisab di hari kiamat. Namun, tidak bisa dimungkiri bahwa shalat fardhu yang dikerjakan kerap tidak sempurna akibat pikiran yang melayang atau kurangnya rasa khusyuk. Di sinilah Keutamaan Shalat Sunnah Rawatib hadir sebagai penyempurna.
Shalat sunnah rawatib adalah shalat sunnah yang dikerjakan sebelum (qabliyah) atau sesudah (ba’diyah) shalat fardhu. Amalan ini memiliki kedudukan istimewa karena keterikatannya yang langsung dengan shalat wajib.
Kedudukan dan Jenis Shalat Rawatib
Berdasarkan tingkat penekanan anjurannya, shalat rawatib terbagi menjadi dua kategori utama:
- Rawatib Mu’akkad (Sangat Dianjurkan): Amalan yang selalu dirutinkan oleh Rasulullah SAW. Jumlahnya ada 12 rakaat dalam sehari semalam.
- Rawatib Ghairu Mu’akkad (Cukup Dianjurkan): Amalan yang kadang dikerjakan dan kadang ditinggalkan oleh Nabi, seperti 4 rakaat sebelum Ashar, 2 rakaat sebelum Maghrib, atau 2 rakaat sebelum Isya.
| Shalat Fardhu | Qabliyah (Sebelum) | Ba’diyah (Sesudah) |
| Subuh | 2 Rakaat (Mu’akkad) | — |
| Zhuhur | 2 atau 4 Rakaat (Mu’akkad) | 2 Rakaat (Mu’akkad) |
| Ashar | 2 atau 4 Rakaat (Ghairu Mu’akkad) | — |
| Maghrib | 2 Rakaat (Ghairu Mu’akkad) | 2 Rakaat (Mu’akkad) |
| Isya | 2 Rakaat (Ghairu Mu’akkad) | 2 Rakaat (Mu’akkad) |
Keutamaan Utama Shalat Sunnah Rawatib
1. Menambal Kekurangan Shalat Fardhu
Fungsi vital shalat rawatib adalah menutup celah cacat pada shalat wajib. Rasulullah SAW menjelaskan bahwa pada hari kiamat, Allah SWT akan memerintahkan malaikat untuk memeriksa shalat fardhu hamba-Nya. Jika ditemukan kekurangan, Allah SWT berfirman:
“Periksalah, apakah hamba-Ku memiliki shalat sunnah?” Jika ada, maka kekurangan pada shalat fardhu tersebut akan ditutupi dengan shalat sunnahnya. (HR. Abu Daud)
2. Jaminan Istana di Surga
Bagi Muslim yang konsisten menjaga 12 rakaat shalat rawatib mu’akkad setiap hari, Allah SWT menjanjikan ganjaran khusus berupa kediaman di surga. Rasulullah SAW bersabda:
“Barangsiapa mengerjakan shalat sunnah 12 rakaat dalam sehari semalam, maka akan dibangunkan baginya sebuah rumah di surga.” (HR. Muslim)
3. Keutamaan Khusus Qabliyah Subuh
Di antara seluruh shalat rawatib, dua rakaat sebelum Subuh memiliki bobot pahala paling agung. Rasulullah SAW menegaskan:
“Dua rakaat fajar (shalat sunnah sebelum Subuh) lebih baik daripada dunia dan seisi-isinya.” (HR. Muslim)
4. Perlindungan dari Api Neraka
Secara khusus, merutinkan 4 rakaat sebelum dan sesudah Zhuhur memberikan perlindungan ekstra dari siksa neraka, sebagaimana disebutkan dalam riwayat At-Tirmidzi bahwa Allah mengharamkan api neraka bagi orang yang menjaga shalat tersebut.
Panduan Tata Cara Pelaksanaan
Agar pahala yang diperoleh sempurna, pelaksanaan shalat rawatib perlu memperhatikan beberapa adab dan aturan syariat:
- Niat dan Kerahasiaan: Ditujukan sebagai shalat sunnah qabliyah atau ba’diyah mengikut shalat fardhunya. Disunnahkan mengerjakannya di rumah jika memungkinkan, untuk membawa keberkahan ke dalam hunian.
- Tidak Ada Azan dan Ikamah: Murni dikerjakan sendiri-sendiri (munfarid), tanpa imbauan panggilan shalat berjamaah.
- Pemisah Tempat: Jika dikerjakan di masjid, berpindahlah sedikit dari posisi shalat fardhu atau selingi dengan dzikir dan ucapan salam agar ada jeda pemisah antar-shalat.
- Salam Setiap Dua Rakaat: Jika mengerjakan 4 rakaat (seperti sebelum Zhuhur), pengerjaannya yang paling utama adalah dibagi menjadi dua rakaat-dua rakaat dengan masing-masing satu salam.
Menjadikan shalat rawatib sebagai kebiasaan harian adalah investasi akhirat yang sangat berharga. Amalan ini tidak hanya membentengi kualitas shalat wajib kita, tetapi juga menjadi sarana melatih istiqamah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT secara konsisten.




