Saat membicarakan masjid pertama dalam Islam, banyak dari kita yang mungkin langsung terpikir oleh Masjidil Haram di Mekkah atau Masjid Nabawi di Madinah. Namun, tahukah Anda masjid mana yang pertama kali dibangun secara fisik oleh Rasulullah SAW bersama para sahabat setelah peristiwa Hijrah?
Jawabannya adalah Masjid Quba.
Masjid yang terletak di pinggiran kota Madinah ini menyimpan nilai sejarah yang sangat mendalam dan menjadi tonggak awal peradaban Islam. Mari kita ulas lebih dalam mengenai sejarah, pembangunan, dan keutamaan Masjid Quba.
Sejarah Pembangunan Masjid Quba
Pada tahun 622 Masehi, Rasulullah SAW melakukan hijrah dari Mekkah ke Madinah untuk menghindari persekusi kaum Quraisy. Dalam perjalanan spiritual dan historis tersebut, sebelum memasuki pusat kota Madinah (Yatsrib), Rasulullah SAW singgah di sebuah desa bernama Quba.
Di desa inilah Rasulullah SAW menetap selama beberapa hari (sekitar 4 hingga 14 hari menurut beberapa riwayat) di rumah keluarga Kultsum bin Hadam. Selama masa persinggahan yang singkat namun krusial tersebut, Rasulullah SAW langsung menginisiasi pembangunan sebuah tempat ibadah.
Catatan Sejarah: Rasulullah SAW meletakkan batu pertama pembangunan Masjid Quba dengan tangan beliau sendiri, yang kemudian dilanjutkan oleh para sahabat seperti Abu Bakar As-Siddiq, Umar bin Khattab, dan Utsman bin Affan.
Karakteristik Awal Pembangunan
Pada awal berdirinya, Masjid Quba dibangun dengan arsitektur yang sangat sederhana namun sarat akan fungsi kebersamaan:
- Bahan Bangunan: Dindingnya terbuat dari batu alam dan tanah liat, sedangkan atapnya menggunakan pelepah dan batang pohon kurma.
- Struktur: Berbentuk segi empat polos dengan konsep terbuka yang mengutamakan ventilasi alami.
- Fungsi: Tidak hanya menjadi tempat ibadah (shalat), tetapi juga berfungsi sebagai pusat pertemuan komunitas muslim yang baru terbentuk, tempat bermusyawarah, dan pusat penyusunan strategi dakwah.
Meskipun sederhana, Allah SWT mengabadikan kemuliaan masjid ini dalam Al-Qur’an Surah At-Taubah ayat 108:
“Sesungguhnya masjid yang didirikan atas dasar takwa sejak hari pertama adalah lebih patut kamu bersembahyang di dalamnya…”}
Keutamaan Shalat di Masjid Quba
Bagi umat Islam yang melaksanakan ibadah haji atau umrah, mengunjungi Masjid Quba adalah salah satu agenda yang sangat dianjurkan. Bukan tanpa alasan, Rasulullah SAW memberikan penegasan khusus mengenai pahala beribadah di masjid ini.
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah, Rasulullah SAW bersabda:
“Barangsiapa yang bersuci (berwudhu) di rumahnya, kemudian mendatangi Masjid Quba, lalu shalat di dalamnya, maka ia akan mendapatkan pahala seperti pahala ibadah umrah.” (HR. Ibnu Majah).
Masjid Quba di Era Modern
Seiring berjalannya waktu dan bergantinya kekhalifahan hingga pemerintahan modern Arab Saudi, Masjid Quba telah mengalami berbagai renovasi besar-besaran.
| Aspek | Masjid Quba Klasik | Masjid Quba Modern |
| Kapasitas | Ratusan jamaah saja | Menampung puluhan ribu jamaah |
| Fasilitas | Terbuka, beralas tanah/pelepah | AC sentral, perpustakaan, area komersial |
| Arsitektur | Tanpa menara, sangat sederhana | Memiliki 4 menara megah dan kubah putih |
Meskipun penampilannya kini telah berubah menjadi bangunan megah berlapis marmer putih yang indah, nilai spiritual dan sejarah yang melekat di tanah Quba tidak pernah pudar.
Kesimpulan
Masjid Quba bukan sekadar masjid pertama dalam islam melainkan simbol dari titik balik kebangkitan Islam. Dari fondasi batu yang diletakkan oleh Rasulullah SAW di desa kecil ini, Islam berkembang menjadi peradaban besar yang menerangi dunia. Mengetahui sejarahnya mengingatkan kita kembali akan esensi sebuah masjid: dibangun di atas dasar ketakwaan dan persatuan ummat.
Bagikan artikel ini kepada kerabat Anda agar semakin banyak yang mengetahui sejarah luar biasa dari Masjid Quba!




